PROGRAM BANKEU SAMISADE CIKOPOMAYAK DISOROT POSITIF! KADES SAPRUDIN DINILAI MAMPU KAWAL ANGGARAN, LIBATKAN MASYARAKAT DAN PERANGKAT DESA
Bogor- Tipikor New’s Indonesia.
Dana Bantuan Keuangan Desa atau yang lebih dikenal dengan program Samisade bukan sekadar angka yang tercantum di atas kertas. Di tangan kepala desa yang serius, anggaran tersebut harus mampu berubah menjadi pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Hal itulah yang menjadi sorotan positif di Desa Cikopomayak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.
Pada tahap pertama, sekitar 60 persen anggaran Bankeu direalisasikan dengan sejumlah kegiatan pembangunan yang disebut mengacu pada RAB serta petunjuk teknis.
Di antaranya pembangunan Dayeuh Pajajaran, pembangunan Kantor Desa dengan anggaran sekitar Rp200 juta, pengaspalan dengan anggaran sekitar Rp310 juta, serta program digitalisasi dan satu desa satu sarjana.
Yang menarik, pelaksanaan program tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab kepala desa seorang diri.
Kepala Desa Cikopomayak, Saprudin, disebut melibatkan Ketua TPK, Hamdan, unsur masyarakat, serta seluruh perangkat desa dalam proses pelaksanaan pembangunan.
Inilah yang patut menjadi perhatian.
Ketika kepala desa mau turun mengawal program, melibatkan perangkat, membuka ruang partisipasi masyarakat, dan memastikan kegiatan mengacu pada perencanaan, maka pengelolaan anggaran desa tidak berhenti pada sekadar pencairan dana.
Tetapi ada tanggung jawab untuk memastikan uang negara menghasilkan manfaat nyata.
Kepala Desa Saprudin layak mendapat apresiasi tinggi atas komitmennya dalam mengawal pelaksanaan program tersebut, berdasarkan informasi dan penelusuran yang kami peroleh.
Namun apresiasi bukan berarti pengawasan harus dihentikan.
Justru semakin baik sebuah pemerintahan desa bekerja, semakin penting pula transparansi dan pertanggungjawaban terus dijaga. Karena dana yang digunakan adalah uang publik dan masyarakat berhak mengetahui bagaimana anggaran tersebut direalisasikan.
Desa Cikopomayak kini menunjukkan bahwa pembangunan desa dapat menjadi lebih berarti ketika kepala desa, TPK, perangkat desa, dan masyarakat berjalan bersama.
Bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi membangun kepercayaan masyarakat.
Dan bila seluruh realisasi benar-benar sesuai RAB, petunjuk teknis, volume pekerjaan, serta aturan yang berlaku, maka ini bukan sekadar pembangunan biasa.
Ini adalah contoh bagaimana keberanian mengelola anggaran dengan keterlibatan masyarakat dapat menjadi wajah positif pemerintahan desa.
Tim awak media akan terus mengawal dan memantau setiap program pembangunan desa sebagai bagian dari kontrol sosial dan keterbukaan informasi publik.
(Red)