Diduga Dikerjakan Asal-asalan, Proyek Revitalisasi SD Negeri Giriawas di Jampang Tengah, Kabupaten sukabumi, Disorot
KAB. SUKABUMI, JAWA BARAT – Proyek revitalisasi SD Negeri Giriawas, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi sorotan. Pekerjaan yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai bantuan sebesar Rp981.615.313 tersebut diduga memiliki persoalan dalam aspek kualitas material dan pelaksanaan pembangunan.
Kegiatan ini merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dilaksanakan oleh P2SP, dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender, terhitung 15 Agustus hingga 15 Desember 2026.
Hasil penelusuran awak media di lokasi pada 14 Oktober 2026 menemukan sejumlah hal yang perlu mendapat klarifikasi, terutama terkait dugaan penggunaan besi untuk tiang dan cincin pengikat yang ukurannya dinilai relatif kecil.
Temuan visual tersebut belum dapat memastikan adanya penyimpangan. Namun, kondisi ini perlu diperiksa dengan membandingkan material di lapangan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), gambar kerja, spesifikasi teknis, serta ketentuan dalam kontrak.
Sorotan juga mengarah pada fungsi pengawasan proyek. PPK, PPTK, dan konsultan perencana diharapkan tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga memastikan aspek teknis dan kualitas pembangunan sesuai ketentuan. Muncul pertanyaan mengenai sejauh mana pengawasan dan evaluasi dilakukan terhadap pekerjaan di lapangan.
Apabila ditemukan ketidaksesuaian, pihak yang berwenang perlu melakukan pemeriksaan dan mengambil langkah sesuai aturan yang berlaku. Hal ini penting mengingat pembangunan fasilitas pendidikan menyangkut keselamatan siswa dan keberlanjutan penggunaan bangunan.
Saat awak media mendatangi lokasi, kepala sekolah beserta jajaran tidak berada di tempat. Upaya konfirmasi melalui telepon dan pesan WhatsApp juga belum mendapat tanggapan hingga berita ini disusun.
Awak media membuka ruang klarifikasi bagi kepala sekolah, pelaksana P2SP, PPK, PPTK, konsultan perencana, serta instansi terkait untuk memberikan penjelasan mengenai spesifikasi material, pelaksanaan pekerjaan, dan mekanisme pengawasan proyek tersebut.
Transparansi dan pengawasan yang serius diperlukan agar anggaran negara yang dialokasikan untuk pendidikan benar-benar menghasilkan bangunan yang berkualitas, aman, dan sesuai spesifikasi teknis.
Jurnalis : Yopi
