Diduga Pembangunan Revitalisasi SMP Citra Bogor Setia Tidak Sesuai Spesifikasi Dan Manipulasi Publik, Menuai Sorotan Publik
Bogor-Pembangunan revitalisasi di SMP Citra Bogor Setia yang berlokasi di Jalan Dr. Ridwan, Kampung Tinggarjaya, Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan nilai anggaran sebesar Rp1.585.260.000 yang bersumber dari Tahun Anggaran 2026, menjadi sorotan.

Proyek tersebut diduga tidak sepenuhnya dilaksanakan secara swakelola sebagaimana yang disampaikan pihak sekolah, melainkan dikerjakan oleh pihak ketiga atau diborongkan.Temuan tersebut mencuat setelah adanya perbedaan keterangan antara pihak sekolah dengan para pekerja yang berada di lokasi proyek.
Perbedaan informasi itu memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pelaksanaan pekerjaan serta sistem pengupahan tenaga kerja yang terlibat dalam proyek revitalisasi tersebut. Saat dikonfirmasi di lokasi kegiatan, salah seorang guru yang mengaku bertugas sebagai pengawas pekerjaan menjelaskan bahwa proyek revitalisasi dilaksanakan dengan sistem swakelola.

Menurut keterangannya, jumlah pekerja yang dilibatkan sebanyak 17 orang. Ia juga menyebutkan bahwa besaran upah yang diberikan kepada para pekerja telah ditetapkan, yakni sebesar Rp. 200.000 perhari, tapi hasil konfirmasi dilapangan dari para pekerja bahwa tukang itu menerima upah sebesar Rp.170.000 dan kisaran Rp. 180.000 perhari.
Namun, keterangan tersebut berbeda dengan pengakuan sejumlah pekerja yang ditemui secara terpisah. Para pekerja mengaku bahwa pekerjaan tersebut bukan dikerjakan secara swakelola, melainkan diborongkan kepada pihak lain atau pihak ketiga. Selain itu, mereka juga menyampaikan bahwa upah yang diterima tidak sesuai dengan nominal yang disebutkan oleh pihak pengawas dari sekolah.
Apabila benar pekerjaan tersebut dilaksanakan melalui pihak ketiga, maka perlu adanya penjelasan resmi mengenai mekanisme pelaksanaan proyek agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.Untuk memperoleh klarifikasi dan menjaga keberimbangan informasi, upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Kepala Sekolah SMP Citra Bogor Setia melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp.
Hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan ataupun penjelasan terkait dugaan tersebut. Pesan yang dikirim juga belum mendapat balasan. Sejumlah pihak berharap instansi terkait, termasuk dinas yang membidangi pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah, dapat melakukan penelusuran terhadap pelaksanaan pekerjaan tersebut.
Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan apakah proyek telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, baik dari sisi mekanisme swakelola, penggunaan anggaran, maupun sistem pengupahan tenaga kerja. Masyarakat juga berharap adanya transparansi dalam pelaksanaan proyek yang menggunakan dana negara, sehingga setiap tahapan pekerjaan dapat di pertanggung jawabkan secara terbuka.
(DN)